🌾PM-AAS 2026Buku Saku Interaktif
BRMP Kementerian Pertanian • 2026

Pertanian Modern Advanced Agricultural System

Panduan lapangan interaktif untuk budidaya padi modern yang produktif, efisien, dan berkelanjutan—mulai dari persiapan lahan hingga panen.

Mulai panduan 7 tahap →
6prinsip utama
7tahap budidaya
70–80kg benih per ha
20–30%potensi hemat air AWD
80–85%bulir kuning saat panen
01 • Fondasi

Apa itu PM-AAS?

Satu sistem budidaya yang menggabungkan teknologi, data, mekanisasi, dan pengelolaan presisi.

🎯 Hasil tinggi • biaya rendah
PM-AAS adalah sistem budidaya padi modern yang memanfaatkan teknologi, data, mekanisasi, dan pengelolaan presisi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan usaha.
Tujuan: hasil tinggi, biaya rendah, petani sejahtera, dan lingkungan tetap terjaga.
📈Produksi meningkatPopulasi dan pengelolaan lebih terarah.
💰Biaya produksi lebih rendahInput, air, tenaga, dan waktu lebih efisien.
🧑‍🌾Petani sejahteraUsaha tani dikelola lebih profesional.
🌱Lingkungan terjagaAir, tanah, dan pengendalian OPT dikelola bijak.
🍚Ketahanan pangan menguatProduksi padi berkelanjutan.
1
🌱

Populasi tinggi

Tanam rapat dalam baris untuk memaksimalkan hasil per satuan lahan.

2
🌾

Tanam benih langsung

Tabela tanpa persemaian untuk menghemat waktu, biaya, dan tenaga.

3
🚜

Mekanisasi lengkap

Pengolahan tanah, tanam, pemupukan, pengairan, dan panen didukung mesin.

4
💧

Pengelolaan air cerdas

Irigasi berselang atau Alternate Wetting and Drying (AWD).

5
🧪

Pemupukan spesifik lokasi

Pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanah dan tanaman.

6
🐞

Pengelolaan OPT terpadu

Pengamatan dan pengendalian aman, efektif, dan berdasarkan ambang ekonomi.

02 • Kerangka kerja

6 Prinsip Utama PM-AAS

Klik setiap prinsip untuk membuka penjelasan operasionalnya.

Buka semua untuk membaca cepat

Gunakan jarak rapat dan teratur dalam baris agar populasi tanaman meningkat tanpa menghilangkan keteraturan pengelolaan.

Manfaatkan teknologi digital untuk tenaga kerja, sarana produksi, dan irigasi agar biaya usaha tani lebih terkendali.

Gunakan traktor, land leveler, rotavator, drone, drum seeder, direct seeder, dan combine harvester sesuai skala lahan.

Kelola usaha tani secara profesional pada skala luas dengan manajemen yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Gabungkan populasi tinggi dengan pengelolaan intensif hara, irigasi, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman.

Sesuaikan penerapan dengan kondisi agroekosistem, terutama lahan datar, luas, dan memiliki irigasi teknis.

03 • Panduan lapangan

Alur PM-AAS: awal sampai panen

Ikuti tahap secara berurutan untuk mencapai hasil lebih tinggi, biaya lebih rendah, dan usaha yang lebih berkelanjutan.

7 tahap utama
1

Persiapan Lahan

Lahan subur, rata, mudah diairi, dan siap tanam.

Pilih lahan beririgasi teknisUtamakan lahan subur, rata, dan mudah diairi.
Genang 2–5 cm selama 2–3 hariSiapkan kelembapan tanah sebelum pengolahan.
Olah tanah pertamaGunakan TR-2, TR-4, atau rotavator; perbaiki pematang.
Tambahkan pupuk organikKompos jerami, kompos kotoran hewan, atau pupuk organik padat—diutamakan sumber in situ.
Berikan dolomit sesuai pHpH <5,5: 1 ton/ha; pH 5,5–6,0: 500 kg/ha; pH >6,0: tidak perlu.
Genang kembali dan olah tanah keduaGenang 2–3 cm, lalu olah rotary satu minggu kemudian hingga rata.
Herbisida pra-tumbuhAplikasikan 3–5 hari sebelum tanam sesuai anjuran untuk menekan gulma.
Kondisikan macak-macakBuat drainase, bersihkan saluran air, dan kendalikan keong.
Checklist lahan siap tanam

Lahan rata dan tidak miring; air cukup; pematang kuat; jerami terurai baik; keong terkendali.

💧

Ideal: macak-macak

Tanah lembap dan gembur, tidak becek; air meresap dan akar berkembang baik.

🚫

Hindari terlalu becek

Genangan memicu akar busuk dan bibit mudah rebah.

⚠️

Hindari kering dan bergulma

Tanah keras mengganggu kecambah; gulma merebut nutrisi, air, dan cahaya.

2

Pilih Varietas Unggul

Sesuaikan varietas dengan lahan, ketahanan, dan tujuan hasil.

🌾

Arsitektur tanaman

Malai lebat, batang kokoh, dan perakaran kuat.

🛡️

Ketahanan

Tahan rebah, HDB, dan blas—terutama pada tanam rapat dengan kelembapan tinggi.

🌱

Daya tumbuh

Anaerobic germination tolerance dan potensi hasil di atas 10 t/ha menjadi kriteria penting.

Cari dan saring rekomendasi varietas
NoVarietasPotensi hasil (t/ha)KeunggulanKeterangan
1Padjajaran11,00Potensi hasil tinggiSawah dan tadah hujan
2Inpari 42 GSR10,58Potensi hasil tinggi dan tahan rebahSawah, tadah hujan, dan rawa pasang surut
3Inpago 12 Agritan10,20Potensi hasil tinggiSawah dan gogo
4Cakrabuana10,20Sangat genjah dan tahan rebahSawah dan tadah hujan
5Inpari IR Nutri Zinc9,88Tahan rebah dan blas, Zn tinggiSawah
6Inpari 339,81Tahan WBCSawah
7Inpari 49 Jembar9,57Turunan CiherangSawah dan tadah hujan
8Inpari 50 Marem9,69Tahan blasSawah
9Cisaat9,33Tahan keringSawah dan tadah hujan
10Mantap9,10Tahan HDBSawah dan rawa pasang surut
11Inpari 32 HDB8,42Tahan HDBSawah khusus musim kering (musim hujan rebah)
12Inpago 13 Fortiz8,11Tahan kekeringan dan blas, Zn tinggiSawah dan gogo
13Inpari VTE 138,00Tahan HDBSawah dan tadah hujan
3

Sistem Tabela

Tanam benih langsung tanpa persemaian untuk efisiensi waktu, biaya, dan tenaga.

Drum Seeder Manual

Lahan sempit
  • Sederhana dan mudah digunakan
  • Cocok untuk lahan kecil
  • Biaya terjangkau

Direct Seeder TR-2/TR-4

Sedang–luas
  • Efisien
  • Jarak tanam seragam
  • Hasil optimal

Drone Seeder

≥20 ha/hari
  • Cepat dan efisiensi tinggi
  • Cocok untuk lahan luas
  • Hemat waktu
🌾
Kebutuhan benih: 70–80 kg/ha

Gunakan benih bermutu dan hitung kebutuhan berdasarkan luas lahan.

Persiapan sebelum tanam
Cek cuacaTidak ada hujan selama ±5 hari pertama agar benih tidak hanyut dan berkecambah optimal.
Gunakan benih bermutuDaya kecambah ≥80%, bersih, bebas hama dan penyakit, varietas unggul sesuai lokasi.
Rendam 12 jamLanjutkan pemeraman selama 12 jam.
Tunggu benih melentisRadikula sekitar ±1 mm.
Lakukan seed treatment sesuai kebutuhanFungisida untuk blas, insektisida untuk burung/hama awal, atau bakterisida untuk HDB.
Tanam segeraTanam kurang dari 24 jam setelah melentis; tanah harus macak-macak, bebas genangan, dan gulma terkendali.
Pola tanam rapat

Pola 4:1

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
4 baris rapatDalam baris 3 cmAntarbaris 25 cmLegowo 50 cm

Pola 6:1

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
6 baris rapatDalam baris 3 cmAntarbaris 25 cmLegowo 50 cm
⚠️
Pestisida harus terdaftar dan diizinkan

Ikuti dosis pada label produk. Dokumen memberi contoh trisiklazole, karbosulfan, dan karbofuran sesuai tujuan perlakuan.

4

Kalender Pemupukan

Acuan umum—tepat dosis dan waktu untuk tanaman sehat dan hasil optimal.

Olah tanah

Pupuk organik

Minimal 2 ton/ha

Tabur merata ke seluruh lahan untuk menjaga kesehatan tanah.

15 HST

Pupuk silika

Cair ≥0,75 L/ha

Semprot seluruh tanaman, terutama daun dan batang. Cair: SiO₂ ≥10%; padat: sesuai dosis anjuran, SiO₂ ≥20%.

20–25 HST

NPK majemuk ke-1 + SP-36 opsional

NPK 300 kg/ha

SP-36 menurut status P tanah: rendah 100 kg/ha; sedang 75 kg/ha; tinggi 50 kg/ha.

25 HST

Pupuk silika

Cair ≥0,75 L/ha

Memperkuat jaringan dan meningkatkan fotosintesis.

35 HST

Pupuk silika

Cair ≥0,75 L/ha

Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.

40–45 HST

NPK majemuk ke-2 + Urea ke-1

NPK 100 + Urea 150 kg/ha

Tabur merata di sekitar tanaman untuk mendukung anakan produktif dan pertumbuhan lanjut.

55 HST

Pupuk silika

Cair ≥0,75 L/ha

Meningkatkan kualitas bulir dan kekuatan batang.

Fase primordia

Urea susulan

150 kg/ha atau sesuai BWD

Tabur merata di sekitar tanaman untuk mendukung pengisian malai dan peningkatan hasil.

🧬
Booster/ZPT

Aplikasi fase vegetatif menggunakan auksin dan sitokinin; fase generatif menggunakan giberelin.

Kalkulator kebutuhan input

Perhitungan otomatis berdasarkan luas lahan dan kalender pemupukan acuan umum.

70–80 kgBenih
≥2.000 kgPupuk organik
400 kgTotal NPK
300 kgTotal Urea acuan
100 kgSP-36
≥3,00 LSilika cair total
≥0,75 LSilika per aplikasi
Sesuaikan BWDUrea susulan
5

Pengelolaan Air

Irigasi berselang atau Alternate Wetting and Drying (AWD).

0–21 HSTAwal tabelaMacak-macak
21–45 HSTPembentukan anakanTergenang
45–55 HSTAkhir vegetatifPengeringan
55–65 HSTInisiasi–buntingTergenang
65–85 HSTPembungaanTergenang
85–100 HSTPengisian malaiPengeringan awal
>100 HSTPanenKering total H-10

Simulasi tabung AWD

10 cm di bawah permukaan
Pantau kondisi air

Air belum mencapai batas irigasi untuk tanah liat/lempung.

🧰
Spesifikasi tabung

Pipa/paralon diameter 10–15 cm (PVC 4–5 inci), panjang sekitar 30 cm, dengan bagian berlubang mulai 15 cm di bawah permukaan tanah.

💧

Hemat air

Mengurangi penggunaan air irigasi sekitar 20–30% dibanding genangan terus-menerus.

💸

Hemat biaya

Menghemat biaya pengairan dan tenaga kerja.

🌱

Akar lebih kuat

Tanaman lebih tahan stres dan tetap mendukung hasil optimal.

⚠️
Jangan terlalu kering pada fase sensitif

Lakukan AWD bertahap, pantau cuaca dan jenis tanah, serta hindari kekeringan berlebihan saat inisiasi malai sampai berbunga.

6

Pengendalian Hama & Penyakit

Kenali OPT, pantau populasi, tindak tepat, hasil hebat.

🔎
Bertindak berdasarkan ambang ekonomi

Pemantauan rutin mencegah kehilangan hasil, menghemat biaya pengendalian, menjaga lingkungan, dan mendukung produksi berkelanjutan.

🐀 Tikus sawah

>10% rumpun rusak
Gejala
Tanaman terpotong pada pangkal batang; bekas gigitan pada malai/bulir.
Penanggulangan
Rodentisida, bubu perangkap, TBS/LTBS.

🪲 Wereng batang cokelat

>3 ekor/rumpun
Gejala
Serangan berwarna cokelat pada batang; daun menguning dan mudah kering.
Bahan aktif
Triflumezopyrim, pymetrozine, dinotefuran—rotasi bahan aktif.

🐛 Penggerek batang

>5 rumpun
Gejala
Lubang pada batang (sundep); daun mudah ditarik karena batang putus.
Bahan aktif
Spinetoram, klorantraniliprol, dimehipo; karbofuran 20 kg/ha pada fase vegetatif.

🍂 Hawar daun bakteri

>5% daun
Gejala
Bercak keputihan memanjang dari ujung daun, lalu berubah cokelat dan mengering.
Bahan aktif/cara
Difenokonazol, propikonazol, tembaga hidroksida; Pseudomonas fluorescens.

◈ Blas

>10% daun
Gejala
Bercak belah ketupat dengan tepi cokelat; dapat menyerang daun, batang, leher malai, dan malai.
Bahan aktif
Trisiklazole, benomyl, mancozeb, carbendazim, isoprotiolan.

🐌 Keong mas

>3 ekor/rumpun
Gejala
Daun muda berlubang atau habis dimakan; terdapat jejak lendir.
Penanggulangan
Saponin/rerak 20–50 kg/ha, pestisida kimia efektif, atau basmi manual.
Langkah pengambilan keputusan
1. Temukan OPTAmati petakan secara rutin.
2. IdentifikasiTentukan jenis hama atau penyakit.
3. HitungPopulasi atau luas serangan.
4. BandingkanSudah mencapai ambang ekonomi?

Belum mencapai ambang

Pantau lagi dalam 3–7 hari.

Sudah mencapai ambang

Kendalikan sesuai rekomendasi.

📍
Pola pengamatan

Lakukan minimal satu kali seminggu pada sedikitnya 10 titik secara zig-zag per petakan. Catat jenis OPT, populasi, dan luas serangan.

7

Panen

Tepat waktu, tepat cara, hasil maksimal.

🟢

Terlalu awal

Di bawah 80–85% bulir kuning: gabah hijau masih banyak, hasil rendah, mutu kurang.

Waktu tepat

80–85% bulir menguning: gabah matang optimal, hasil dan mutu terbaik.

🟤

Terlalu lambat

Di atas 85% kematangan: gabah mudah rontok dan mutu menurun.

Ciri siap panen
80–85% bulir menguningAmati bulir pada malai.
Gabah kerasTerasa keras ketika ditekan dengan kuku.
Daun bendera menguningMulai mengering.
Kadar air gabah 19–24%Menjadi salah satu indikator waktu panen.
Proses panen
Gunakan combine harvesterLebih efisien, cepat, dan mengurangi kehilangan hasil.
Kecepatan 2,5–4,5 MPHSesuaikan dengan kepadatan tanaman; terlalu cepat membuat pemotongan tidak sempurna.
Tinggi pemotongan 10–15 cmPemotongan terlalu rendah memasukkan terlalu banyak jerami ke mesin.
Segera keringkanTurunkan kadar air gabah hingga 14%.
📦
Penyimpanan setelah panen

Simpan gabah di tempat bersih, kering, sejuk, dan tidak lembap. Gunakan alas terpal/anyaman dan bersihkan kotoran sebelum disimpan atau dijual.

🚫
Hindari lima kesalahan

Panen terlalu awal; panen terlalu lambat; kecepatan mesin tidak sesuai; pemotongan terlalu rendah; gabah basah dibiarkan terlalu lama.

04 • Interaktif

Alat bantu keputusan cepat

Gunakan untuk perhitungan awal di lapangan. Tetap cocokkan dengan kondisi aktual dan panduan dokumen.

Data tersimpan di perangkat

🌾 Kebutuhan benih

Acuan 70–80 kg per hektare.

70–80 kgrentang kebutuhan benih

🌾 Kesiapan panen

Masukkan persentase bulir kuning dan kadar air.

Siap panenIndikator berada pada rentang acuan.

✅ Checklist lapangan

Tandai saat selesai; status tersimpan otomatis.

0/5 selesaiprogres persiapan lapangan
05 • Evaluasi mandiri

Kuis PM-AAS

Sepuluh pertanyaan singkat untuk menguji pemahaman materi inti.

Skor langsung

1. Berapa kebutuhan benih tabela per hektare?

Acuan kebutuhan benih dalam buku saku adalah 70–80 kg/ha.

2. Kondisi tanah ideal saat tanam adalah...

Tanah harus lembap dan gembur, tetapi tidak becek.

3. Pada tanah liat/lempung, irigasi AWD dibuka kembali saat air turun...

Batas acuan tanah liat/lempung adalah 15 cm; tanah berpasir 5 cm.

4. Berapa dosis NPK majemuk pertama pada 20–25 HST?

Kalender pemupukan mencantumkan NPK majemuk ke-1 sebesar 300 kg/ha.

5. Minimal berapa titik pengamatan OPT per petakan?

Pengamatan dilakukan minimal pada 10 titik dengan pola zig-zag.

6. Kapan panen dinilai tepat?

Rentang 80–85% bulir kuning memberi hasil dan mutu terbaik.

7. Tinggi pemotongan combine harvester yang dianjurkan adalah...

Pemotongan terlalu rendah membuat terlalu banyak jerami masuk ke mesin.

8. Apa tindakan bila OPT belum mencapai ambang ekonomi?

Pengendalian dilakukan setelah ambang tercapai; jika belum, lanjutkan pemantauan.

9. Berapa potensi penghematan air dengan AWD?

Buku saku menyebut penghematan sekitar 20–30% dibanding genangan terus-menerus.

10. Prinsip penggunaan pestisida dalam PHT adalah...

Utamakan budidaya dan musuh alami; gunakan pestisida bijak dan rotasi bahan aktif.

06 • Dokumen sumber

Galeri 20 halaman asli

Buka setiap halaman untuk melihat infografis, tabel, ilustrasi, dan susunan asli buku saku.

Klik untuk memperbesar

Sumber utama

Buku Saku Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) 2026, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Kementerian Pertanian. Konten HTML ini menata ulang informasi agar mudah ditelusuri tanpa mengubah angka, istilah, dosis, ambang, dan urutan pokok dokumen.

Penulis

Andi Amran Sulaiman; Fadjry Djufry; Husnain; Haris Syahbuddin; Amin Nur; Arief Rachman; Rima Purnamayani; Ibrahim Adamy Sipahutar; Wage Ratna Rohaeni.

Editor

Elita Rahmarestia Widjaya; Nuning Argo Subekti; Zahara Mardiah; Rina Hapsari Wening; Zaqiah Mambaul Hikmah.